KAB. BANDUNG, BERITA JABAR.COM – Mengantisipasi kebutuhan tenaga pemulasaraan jenazah yang terlatih, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung menggelar roadshow kaderisasi ulama berbasis desa untuk ketiga kalinya. Acara dilaksanakan hari ini, Selasa, 30 Desember 2025, di Pesantren Alhuda, Cicalengka, sebagai bukti komitmen serius kedua lembaga dalam menangani masalah krusial tersebut.
Roadshow yang ditujukan untuk ketua MUI kecamatan, perwakilan MUI desa, dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dari 10 kecamatan wilayah timur Kabupaten Bandung ini berasal dari niat Pak Bupati. “Ingin ada kader di desa yang bisa menangani pemulasaraan jenazah dengan benar. Sasarannya jelas: jangan sampai ada satupun jenazah yang terlantar dan tak terurus,” tegas Ketua Panitia, KH. Mamat Saeful Qadir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, H. Cakra Amiyana, menekankan bahwa peningkatan pemahaman keagamaan di masyarakat adalah kebutuhan mendesak yang didukung penuh oleh Pemkab. “Bukti komitmen kita, kita berikan insentif guru ngaji terbesar di Indonesia dengan anggaran Rp109 miliar. BAZNAS juga mengelola insentif untuk ustaz dan ustazah,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah rangkaian ketiga setelah sebelumnya di Gedung Ormas Islam dan Pesantren Al Ihsan Baleendah. “Bayangkan, satu desa dengan 10.000 penduduk: secara kasar, ada 40 orang yang meninggal setiap hari. Ini butuh tenaga yang cukup dan terlatih, bukan sembarangan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua 4 BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Sarnapi, menekankan bahwa dukungan pendanaan untuk roadshow hari Selasa ini adalah bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan agama masyarakat. “Kita harus memastikan setiap warga yang meninggal bisa diurus dengan benar sesuai ajaran Islam, tanpa terkecuali,” pungkasnya. (BAZNAS/ID/BNN)

