UST. ARIS SUKANDAR, C.SQ.: “FIQIH HARUS DAPAT DIAPLIKASIKAN KE KEHIDUPAN SEHARI-HARI”

admin@jabar
By admin@jabar

KAB. BANDUNG, BERITAJABAR.COM – Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Bumi Waluya Asri, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, kembali menyelenggarakan pengajian rutin mingguan pada hari Minggu (25/1/2026). Kegiatan yang telah berlangsung secara teratur ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar jamaah, melainkan juga berperan sebagai sarana pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ilmu agama Islam di kalangan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut, kajian difokuskan pada pembahasan Kitab Fiqih At-Tadzhib, yang disampaikan oleh Ust. Aris Sukandar, C.SQ., yang juga menjabat sebagai Pengurus Da’i Polresta Bandung. Dengan menyampaikan judul materi “Fiqih Harus Dapat Diaplikasikan ke Kehidupan Sehari-Hari”, narasumber menjelaskan dasar-dasar prinsip fikih serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan interaksi bermasyarakat, dengan pendekatan yang sistematis dan mudah diikuti. Materi yang disampaikan dirancang agar dapat dipahami oleh seluruh lapisan peserta, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Ust. Aris menegaskan bahwa ilmu fikih memiliki peran esensial sebagai landasan dalam menjalankan ajaran Islam sesuai dengan tuntunan syariat. Ia mengungkapkan bahwa menuntut ilmu agama bukan hanya berkaitan dengan pengembangan diri pribadi, namun juga menjadi pondasi untuk membangun keluarga yang sehat dan berkontribusi positif bagi kemajuan lingkungan masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang benar tentang fikih akan membantu setiap individu dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai agama dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhajirin, Ust. Usman Budiman, M.Ag., mengapresiasi antusiasme tinggi jamaah yang selalu hadir secara konsisten pada setiap pertemuan. Ia berharap pengajian ini dapat terus berjalan dengan istiqamah, serta memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kualitas spiritual dan pemahaman agama masyarakat di wilayah Cicalengka dan kawasan sekitarnya. Menurutnya, masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan harus terus berperan aktif dalam membina dan mengembangkan potensi umat.

Suasana pengajian berjalan dengan khidmat dan penuh kedekatan antar hadirin, memperlihatkan semangat kebersamaan yang kuat di antara jamaah. Melalui kegiatan seperti ini, Masjid Al-Muhajirin diharapkan dapat semakin berkembang menjadi lembaga pembinaan umat yang efektif, sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar. (Iding/BNN)

Share This Article
Leave a Comment