Unisba Dorong Lansia Lebih Cermat Gunakan Obat, Tegaskan Peran Apoteker Sebagai Garda Depan Kesehatan

Penulis Berita
By Penulis Berita
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Apotek Unisba kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi yang Aman pada Lansia” pada Sabtu (26/7) di Kelurahan Sukaluyu, Kota Bandung.(foto: komhumas unisba)

BERITA-JABAR.COM – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Apotek Unisba kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi yang Aman pada Lansia” pada Sabtu (26/7) di Kelurahan Sukaluyu, Kota Bandung.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya nyata meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga—terutama para lansia—agar mampu mengonsumsi obat secara mandiri dengan tepat, aman, dan penuh tanggung jawab.

Dipandu oleh apt. Andrian Hoerul Anwar, M.S.Farm., selaku ketua kegiatan, para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif tentang konsep dasar swamedikasi, bahaya interaksi antarobat, serta pentingnya memahami batas penggunaan obat bebas. Gaya penyampaian yang komunikatif dan sesi tanya jawab yang aktif membuat suasana penyuluhan menjadi hidup dan menggugah antusiasme peserta.

Tak hanya itu, mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Unisba turut ambil bagian dalam pelaksanaan pre-test dan post-test, serta memberikan pendampingan edukatif secara langsung. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman lansia terhadap cara penggunaan obat yang benar dan aman.

Menurut Ketua Program Studi, apt. Bertha Rusdi, Ph.D., kegiatan ini bukan sekadar berbagi informasi, tetapi juga menjadi medium untuk menanamkan pentingnya kehadiran apoteker sebagai mitra profesional dan terpercaya dalam layanan kesehatan masyarakat.

Keikutsertaan Apotek Unisba pun memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik farmasi di lapangan. Mereka turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, berbagi doorprize, serta menyosialisasikan berbagai layanan kefarmasian yang tersedia di kampus.

Lewat program ini, Unisba menegaskan komitmennya dalam mencetak apoteker yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga aktif, komunikatif, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Di saat yang sama, kampus ini terus memperluas pemahaman publik tentang pentingnya peran strategis apoteker dan hadirnya nilai-nilai Islam dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya.
(askur/png)

Share This Article
Leave a Comment