BERITA-JABAR.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Bagian Kemahasiswaan menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Kemahasiswaan Tahun 2026 yang berlangsung di Student Center Unisba, Kamis (15/1). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, serta para Kepala Seksi Kemahasiswaan dari seluruh fakultas di lingkungan Unisba.
Raker tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan pemahaman dalam tata kelola kemahasiswaan. Forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana perumusan arah kebijakan dan program kemahasiswaan yang terintegrasi antara fakultas dan universitas, sejalan dengan dinamika kebijakan nasional serta penyesuaian struktur organisasi Unisba, khususnya penggabungan bidang akademik dan kemahasiswaan.
Pada kegiatan ini, peserta memperoleh pemaparan pengantar Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) 2026 yang disampaikan oleh Staf Direktorat Belmawa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Alamul Huda, S.IP., M.Hum.
Setelah sesi pemaparan, raker dilanjutkan dengan diskusi empat komisi yang membahas sejumlah isu strategis kemahasiswaan. Topik yang dikaji meliputi kebijakan konversi nilai dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Pemilu Raya dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa, kesehatan mental serta mekanisme penanganan kasus mahasiswa, hingga peningkatan kesejahteraan mahasiswa.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui sidang pleno yang menghasilkan rumusan kesepakatan dan rencana tindak lanjut sebagai pijakan penguatan pengelolaan kemahasiswaan Unisba tahun 2026.
Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor akademik dan kemahasiswaan dalam menciptakan hasil pembelajaran yang berdampak nyata.
“Kegiatan kemahasiswaan tidak dapat berjalan secara terpisah. Integrasi dengan proses akademik menjadi kunci agar prestasi mahasiswa benar-benar menjadi bagian dari outcome-based learning. Fokus pengembangan kini bukan lagi pada dosen, tetapi pada pembentukan mahasiswa dan alumni Unisba secara menyeluruh,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Raker Kemahasiswaan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Belmawa yang berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama difokuskan pada evaluasi dan peninjauan Peraturan Rektor Unisba Nomor 113 Tahun 2023 tentang Peraturan Akademik, sementara hari ketiga diarahkan pada penyelarasan kebijakan kemahasiswaan dengan hasil evaluasi tersebut.
Lebih lanjut, Asnita menyampaikan bahwa pengintegrasian dua bidang wakil rektor—akademik dan kemahasiswaan—ke dalam Belmawa merupakan langkah strategis untuk memperkuat prestasi mahasiswa sebagai bagian dari sistem pembelajaran.
“Prestasi mahasiswa, kewirausahaan, serta berbagai aktivitas kemahasiswaan perlu diinternalisasikan ke dalam kurikulum. Karena itu, kami melibatkan Kepala Bagian P2AP (Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Pembelajaran) guna menindaklanjuti proses integrasi kegiatan SIMKATMAWA ke dalam pembelajaran,” jelasnya.
Raker ini juga menegaskan pentingnya penyelarasan seluruh program kemahasiswaan dengan indikator SIMKATMAWA, yang menilai perguruan tinggi berdasarkan capaian prestasi mahasiswa, kualitas tata kelola, penguatan kewirausahaan, serta keberlanjutan pembinaan mahasiswa.
Melalui forum tersebut, diharapkan dapat teridentifikasi berbagai tantangan dan peluang penguatan kemahasiswaan di tingkat fakultas, termasuk kebijakan konversi kegiatan non-SKS, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, sistem penanganan kasus yang terpadu, hingga strategi peningkatan kesejahteraan mahasiswa.
Asnita turut mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersikap terbuka terhadap perubahan serta berani menghadirkan inovasi.
“Jangan ragu melakukan transformasi. Dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill dan hard skill, insya Allah Unisba akan tampil sebagai perguruan tinggi yang semakin adaptif dan berdaya saing,” tuturnya.
Rapat Kerja Kemahasiswaan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan sinergi dalam mewujudkan tata kelola kemahasiswaan Unisba yang unggul dan berdaya saing nasional, mencakup konversi non-SKS, kewirausahaan mahasiswa, sistem penanganan kasus, serta peningkatan kesejahteraan mahasiswa. (askur/png)

