Tabligh Akbar Masjid Al-Falah: Kitab Al-Hikam Sentuh Hati Ratusan Jamaah

admin@jabar
By admin@jabar

KBB. BERITA JABAR COM. – Masjid Al-Falah di Jalan Sinarjaya, Batujajar Barat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (7/2/26), menjadi tempat berkumpulnya ratusan jamaah dalam Tabligh Akbar bulanan yang digelar mulai pukul 06.00 WIB. Hadirin telah datang sejak sebelum fajar, menunjukkan betapa kegiatan ini menjadi kebutuhan spiritual dan intelektual yang dirasakan secara mendalam oleh masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan lantunan sholawat dan dzikir yang dipimpin Ustadz Muslim Ginan Alghifariy. Suara yang merdu mengiringi pujian kepada Rasulullah SAW, menciptakan suasana khidmat yang menyatukan hati dan pikiran setiap jamaah. Acara ini membuktikan bahwa majelis keagamaan bukan hanya tempat belajar, melainkan juga wadah penyembuhan bagi jiwa individu dan komunitas.

Sebelum pemaparan inti, Ust. Ceng Hasan memberikan konteks awal dengan membacakan dan menjelaskan sebuah hadis. Kemudian, KH. Rd. Muhammad Hariri, AA., M.A., sebagai narasumber utama, mengangkat telaah mendalam terhadap Kitab Al-Hikam – karya klasik yang memadukan spiritualitas dan filosofi Islam. Dalam paparannya, beliau mengkonstruksikan argumen kokoh mengenai esensi keikhlasan sebagai pijakan utama setiap amal ibadah, posisi ketawakalan sebagai sintesis antara usaha dan ketergantungan kepada Allah SWT, serta korelasi antara kebersihan hati dan kedamaian hidup manusia.

Beliau juga menjelaskan dua dimensi eksistensi manusia, yaitu tajrid dan asbab. “Tajrid adalah kondisi ketika kita fokus pada ibadah dan melepaskan diri dari dominasi urusan duniawi, sedangkan asbab mencakup keterlibatan dalam aktivitas produktif seperti bekerja, berdagang, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa kedua dimensi tersebut bukan pilihan yang saling bertentangan, melainkan bagian yang saling melengkapi yang harus dijalankan sesuai takdir dan waktu yang telah ditetapkan Allah SWT. “Jika seseorang berada dalam ranah asbab namun ingin berlari ke tajrid karena dorongan hawa nafsu yang tersembunyi, hal itu merupakan bentuk syahwat yang tidak disadari. Sebaliknya, jika ada kesempatan untuk menjalankan tajrid namun hati justru gelisah dengan urusan dunia, itu menjadi tanda penurunan kualitas cita-cita ruhani,” paparnya.

“Inti dari kehidupan manusia bukan terletak pada memilih antara ranah keagamaan atau duniawi, melainkan pada keselarasan antara tindakan kita dengan kehendak Ilahi. Setiap peran yang diemban harus dijalankan dengan kesadaran akan konteks waktu dan tempat, serta didasarkan pada niat yang ikhlas dengan pemahaman bahwa segala sesuatu merupakan bagian dari pengaturan-Nya yang mulia,” tegasnya.

Perpaduan telaah kitab yang mendalam dan sholawat yang menyentuh menjadikan Tabligh Akbar kali ini sebagai momentum penting dalam memperkuat karakter religius masyarakat di Batujajar Barat. Dengan berjalannya kegiatan ini secara teratur, Masjid Al-Falah semakin mengukuhkan perannya sebagai institusi pembinaan umat yang fokus pada pengembangan kapasitas spiritual dan kemampuan berinteraksi sosial berbasis nilai-nilai keislaman.

Diharapkan, semangat menuntut ilmu agama, memperbaiki akhlak, dan mempererat silaturahmi akan terus tumbuh dan menyebar luas, membawa keberkahan bagi seluruh lingkungan sekitar. (IDING/BNN)

Share This Article
Leave a Comment