Musik Jadi Jembatan Diplomasi: Koki Ota dan Lukman Rola Satukan Jepang–Indonesia

Penulis Berita
By Penulis Berita
Dengan mengusung gagasan “Menghubungkan Jepang dan Indonesia Melalui Lagu”, Koki Ota menjalin kolaborasi artistik dengan musisi Indonesia, Lukman Rola dan ia juga dijadwalkan manggung di Jepang dalam ajang Festival Indonesia yang akan digelar di Tokyo pada 18 Oktober mendatang.(foto: ist)

BERITA-JABAR.COM – Diplomasi tidak selalu hadir dalam bentuk pertemuan resmi antarpejabat atau kerja sama ekonomi berskala besar. Ada kalanya diplomasi justru lahir dari hal-hal sederhana yang menyentuh hati masyarakat, salah satunya lewat musik. Inilah yang sedang diwujudkan oleh Koki Ota, seorang penyanyi asal Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang. Dengan mengusung gagasan “Menghubungkan Jepang dan Indonesia Melalui Lagu”, Koki Ota berkolaborasi dengan musisi Indonesia, Lukman Rola.

Lukman Rola, sosok musisi yang lahir dan besar di Makassar, dikenal luas di dunia musik tanah air, terutama berkat kepiawaiannya dalam mengangkat kearifan lokal dalam lagu. Perjalanan kariernya dimulai dari posisi sederhana sebagai pemain kibor pengiring penyanyi. Namun, pada tahun 2009 ia mulai menorehkan jejak sebagai pencipta lagu-lagu daerah khas Makassar. Nama Lukman semakin melejit pada 2021 melalui lagu U’rangi Pasangku, yang mendapat sambutan hangat dari publik dan menempatkannya sebagai musisi daerah dengan karya yang menembus pasar nasional.

Kolaborasi lintas negara antara Koki Ota dan Lukman Rola ini kemudian melahirkan sebuah karya berjudul “Sakura Tercinta”. Single ini resmi dirilis pada 30 September 2025, sekaligus menjadi bukti nyata bagaimana musik bisa menjadi bahasa universal yang melampaui batas budaya dan geografis. Proses kreatifnya melibatkan beberapa nama penting: lirik lagu ditulis bersama oleh Chihiro Fuyumi dari Jepang dan Lukman Rola, sementara aransemen musik dikerjakan langsung oleh Lukman. Adapun peran produser dipegang oleh Lisa Heriyati dari Koba Group, yang memastikan kualitas produksi memenuhi standar internasional.

Lagu “Sakura Tercinta” lahir bukan sekadar sebagai karya seni, melainkan simbol penyatuan dua bangsa yang memiliki kedekatan historis dan budaya. “Lagu ini adalah lagu duet yang memadukan bahasa Indonesia dan Jepang,” ungkap Koki Ota. Perpaduan bahasa dalam satu harmoni musik ini diharapkan menjadi simbol keterhubungan sekaligus penghormatan antara masyarakat Indonesia dan Jepang.

Koki Ota sendiri bukan sosok asing di panggung Indonesia. Penyanyi asal Hamamatsu—yang juga dikenal sebagai kota kembar Bandung—telah memulai debutnya di Indonesia lewat acara Jak Japan Matsuri pada 27 September lalu. Ia pun dijadwalkan tampil kembali dalam Festival Indonesia di Tokyo pada 18 Oktober mendatang, memperkuat kiprahnya sebagai seniman yang menjembatani budaya dua negara.

Hamamatsu, kota kelahiran Koki Ota, memiliki reputasi internasional sebagai pusat industri musik. Kota ini adalah rumah bagi tiga raksasa produsen alat musik dunia, yakni Yamaha, Kawai, dan Roland. Status tersebut semakin diperkuat dengan pengakuan UNESCO yang menetapkan Hamamatsu sebagai anggota Jaringan Kota Kreatif dalam bidang musik.

Berangkat dari latar belakang itulah, Koki Ota menaruh harapan besar pada lahirnya lagu “Sakura Tercinta”. “Kami berharap, melalui musik dan khususnya lewat Sakura Tercinta, hubungan Hamamatsu dengan Bandung akan semakin erat, sekaligus memperkuat persahabatan antara Jepang dan Indonesia,” ujarnya penuh optimisme.

Dengan demikian, “Sakura Tercinta” tidak hanya menjadi karya kolaborasi dua musisi lintas negara, tetapi juga bentuk diplomasi budaya yang menghadirkan pesan persaudaraan. Lagu ini menegaskan bahwa musik mampu menembus batas, menyatukan perbedaan, dan merajut ikatan antarbangsa melalui melodi dan harmoni.(noris/png)

Share This Article
Leave a Comment