BERITA-JABAR.COM – Malam Anugerah Festival Film Pendek TVRI Jawa Barat 2025 yang digelar pada Jumat (28/11) di Studio 1 TVRI Jawa Barat, Jalan Cibaduyut 269 Kota Bandung, menjadi ajang penghargaan yang penuh kemeriahan. Sebanyak 13 kategori piala diperebutkan oleh 170 peserta, menjadikan acara ini salah satu momen paling bergengsi bagi para sineas lokal.
Festival yang digelar setiap tahun ini selalu menjadi wadah yang ditunggu-tunggu para pembuat film di Jawa Barat. Di panggung prestisius TVRI Jabar inilah para sineas muda menampilkan karya terbaik mereka sebagai bagian dari perjalanan mereka di dunia perfilman Indonesia.
Ajang penghargaan tahun ini membagi kompetisi ke dalam dua kategori besar: Umum dan Pelajar. Kategori Umum mencakup delapan nominasi, yaitu film terbaik, sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, penata musik terbaik, editor terbaik, juru kamera terbaik, poster terbaik, aktor/aktris terbaik, serta satu film favorit pilihan warganet Instagram. Sementara untuk kategori Pelajar, penghargaan diberikan kepada juara 1, 2, dan 3.
Acara puncak ini ditayangkan secara langsung melalui TVRI Jabar dan kanal YouTube resminya. Sejumlah tokoh hadir memeriahkan malam anugerah, termasuk Direktur Utama TVRI Nasional Iman Brotoseno, Ketua DPRD Cianjur, sutradara Aria Kusumadewa, Embi C Noor, Ketua Umum Forum Film Jawa Barat Irwan Zabonk, serta para seniman dan kreator film lainnya seperti Doddi Kiwari, Iwan Urban, dan Askurifai.
Dalam sambutannya, Brotoseno yang juga dikenal sebagai sineas nasional, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, kehadiran festival ini menjadi ruang penting bagi sineas lokal untuk terus berkembang. Ia bahkan berharap festival dapat didorong menjadi agenda resmi yang memiliki regulasi khusus sehingga TVRI, sebagai lembaga penyiaran publik, dapat semakin berperan dalam memajukan perfilman nasional.
Meski udara studio cukup dingin, semangat para nominator tidak surut. Panggung semakin semarak berkat penampilan musik dari Sarah Saputri, Akbar Herliansyah, dan beberapa musisi lainnya. Suasana pun terasa hangat dan penuh antusiasme hingga menuju puncak acara.
Daftar Pemenang Kategori Umum
Penata Musik Terbaik: Mufti Widi & Faturrohman – Podol!
Poster Terbaik: Chairan Nafhan Ramdhani – Kanyaah
Editor Terbaik: Raihan Azhar – Podol!
Juru Kamera Terbaik: Antonius Michael Indarto – Manik
Skenario Terbaik: Arfi SN – Podol!
Sutradara Terbaik: Ahmad Fauzan Musyafa – The Tears of the Restless Soul
Aktor & Aktris Terbaik: Yoke Darisman & Lyan Djani Irna NJ – Podol!
Daftar Pemenang Kategori Pelajar
Orang tua ikut menyaksikan lewat siaran langsung di rumah.
Juara 3: SMKN 10 Garut – Si Ela
Juara 2: SMPN 1 Padaherang – Cadar dan Kalung Salib
Juara 1: SMKN 1 Luragung, Kuningan – Mulih
Kategori Film Favorit diberikan kepada Out of the Line produksi Sudut Kreatif Studio, sementara Film Pendek Terbaik diraih oleh Visualkan Pentacode X Sure melalui film berjudul Kembali.
Forum Komunikasi FFJB
Seperti tradisi setiap tahun, usai acara digelar Forum Komunikasi FFJB. Kali ini, Embi C Noor berbagi pengalaman seputar musik film. Ia menyebut bahwa festival ini berbeda dengan FFI atau FFB karena lebih menonjolkan aspek sains dan seni. Peserta yang umumnya berasal dari ranah indie membuat proses penilaian berlangsung lebih santai tanpa beban komersial.
Terkait perkembangan teknologi AI dalam sinema, Embie menilai kehadirannya tidak perlu dikhawatirkan. Ia menilai AI dapat dimanfaatkan dalam aspek teknis, tetapi unsur kreativitas manusia tetap tak tergantikan.
Ketua FFJB, Irwan Jabonx, menutup acara dengan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan penyelenggara. Ia berharap festival tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah sebagai bukti bahwa sineas Indonesia terus berkembang.(alfa/png)

