KAB. BANDUNG, BERITA JABAR COM. – Dewan Komite Sekolah SMP Negeri 3 Soreang secara resmi menyatakan bahwa proses rehabilitasi infrastruktur pendidikan yang telah diselesaikan pada Desember 2025 telah berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Seluruh mekanisme penganggaran hingga implementasi teknis telah menjalani pengawasan multidimensi untuk memastikan setiap alokasi sumber daya digunakan secara optimal dan tidak ditemukan indikasi penyimpangan dalam manajemen keuangan.

Inisiatif pembenahan fasilitas yang berlangsung selama satu bulan penuh ini merupakan prioritas utama Plt. Kepala Sekolah H. Enceng, S.Pd., M.Si., yang menjabat sejak 28 November 2025. Beliau memanfaatkan saldo anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode Desember 2025 yang telah diintegrasikan dalam rancangan anggaran tahunan sekolah, sehingga alokasi dana sejalan dengan prioritas strategis pengembangan institusi pendidikan.
Ketua Komite Sekolah Asep Setiawan, SH, mengemukakan bahwa mekanisme partisipatif telah diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan perencanaan, Selasa (3/2/26). Komunikasi lintas pihak yang terstruktur dan terkoordinasi menjadi landasan untuk memastikan sinkronisasi persepsi serta mencegah terjadinya distorsi informasi yang berpotensi menimbulkan mispersepsi di kalangan masyarakat terkait manajemen sumber daya pendidikan.
Sebelum pelaksanaan rehabilitasi, kondisi infrastruktur sekolah berada pada kondisi yang tidak mendukung optimalisasi proses pembelajaran – ruang kelas memiliki tembok yang tidak terawat dan kumuh, serta permukaan lantai yang tidak homogen, sementara sistem distribusi energi listrik memiliki kapasitas terbatas yang sering menyebabkan gangguan pada fasilitas penerangan. Selain itu, sarana olahraga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat kerusakan struktural pada permukaan dan kurangnya pemeliharaan berkelanjutan.
Hernawan, orang tua dari Ajeng kelas 3K, perwakilan orang tua murid yang juga aktif dalam forum kolaborasi pendidikan masyarakat, menyampaikan tanggapan yang mendalam terkait hasil rehabilitasi. “Sebagai komponen dalam ekosistem pendidikan, kami mengapresiasi secara penuh upaya yang dilakukan pihak sekolah dan komite dengan paradigma manajemen yang transparan dan berorientasi pada kualitas. Kondisi infrastruktur sebelumnya memang menjadi perhatian serius karena berpotensi mempengaruhi efektivitas pembelajaran dan kesejahteraan anak-anak kami, sehingga realisasi perbaikan ini menjadi bukti nyata bahwa sumber daya pendidikan dikelola dengan tanggung jawab yang tinggi,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara sekolah, komite, dan orang tua murid untuk memastikan keberlanjutan pemeliharaan dan pengembangan fasilitas di masa mendatang.
Alokasi anggaran difokuskan pada pemeliharaan preventif dan peningkatan kapasitas infrastruktur utama sekolah. Komponen utama rehabilitasi mencakup revitalisasi seluruh ruang kelas dan ruang kerja pendidik melalui pengecatan ulang, peningkatan kapasitas daya listrik dari 3.500 watt menjadi 7.700 watt, serta implementasi sistem penerangan berbasis teknologi LED yang lebih efisien energi. Sarana olahraga juga melalui proses rekonstruksi permukaan dengan teknik pengecoran berkualitas serta pengecatan sesuai standar nasional, sementara akses masuk sekolah direnovasi untuk meningkatkan sistem keamanan dan estetika institusi.
Selain dimensi pembangunan fisik, sebagian alokasi dana periode Desember 2025 juga dialokasikan untuk mendukung operasional sekolah yang berkelanjutan, seperti pembayaran honorarium bagi tenaga kependidikan non-PNS, serta pemenuhan biaya utilitas termasuk listrik dan layanan akses informasi untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi digital. H. Enceng menegaskan bahwa seluruh proses manajemen keuangan dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas yang tinggi, dan seluruh dokumentasi terkait dapat diakses untuk tujuan verifikasi sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh instansi terkait. (ID/BNN)

