JAKARTA, BERITA JABAR COM. – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur ibu kota sejak dini hari menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir, Senin pagi (12/1/2026). Luapan Kali Krukut menjadi pemicu utama genangan yang melumpuhkan sedikitnya 23 ruas jalan dan merendam permukiman warga tepat di jam sibuk keberangkatan kerja.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ketinggian air bervariasi antara 40 hingga mencapai 100 sentimeter. Wilayah terdampak paling parah meliputi kawasan Cilandak Barat, Cipete Utara, Duren Tiga, dan Cilandak Timur di Jakarta Selatan, hingga kawasan Tanjung Priok di Jakarta Utara.
Kondisi ini praktis menghentikan mobilitas warga. Rina (34), warga Cilandak Timur, mengungkapkan bahwa air mulai merangsek masuk ke rumahnya sejak pukul 04.00 WIB. “Baru surut sedikit setelah pagi, tapi perabot sudah banyak yang basah,” keluhnya.
Hal senada dirasakan Andi (41), seorang pengendara ojek daring yang harus kehilangan penghasilan pagi ini. “Banyak jalan tidak bisa dilewati, motor banyak yang mogok kalau nekat. Penumpang juga takut,” ujarnya di tengah kemacetan panjang yang mengular di sejumlah titik akses utama.
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi cepat. Pemprov DKI menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa yang terdiri dari 600 pompa stasioner/portable dan 600 pompa mobile untuk menyedot genangan.
“Dengan curah hujan setinggi ini, Jakarta seharusnya mengalami genangan di lebih banyak titik. Namun berkat kesiapsiagaan pompa, termasuk di kawasan pesisir seperti Ancol yang sempat mengalami kenaikan air laut, genangan dapat segera ditangani melalui pemompaan cepat,” tegas Pramono saat memantau kondisi lapangan.
Pramono menambahkan bahwa pengelolaan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus terintegrasi. Ia menekankan pentingnya optimalisasi waduk-waduk pengendali air, seperti yang ia tinjau di kawasan Cilangkap.
Meskipun BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak awal tahun, warga menilai banjir luapan Kali Krukut tetap menjadi masalah tahunan yang belum tuntas. Menjawab hal itu, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov sedang menjalankan strategi kombinasi.
“Penanganan dilakukan melalui langkah jangka pendek dan menengah. Untuk solusi jangka panjang memang memerlukan waktu dan perencanaan yang lebih kompleks, namun kami berkomitmen menjalankan upaya konkret secara konsisten,” tutupnya.
Hingga siang hari, petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Bina Marga masih terus berjaga di titik-titik rawan. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan menghindari jalur-jalur yang masih tergenang demi keselamatan. (Iding/BNN)

