Isra Mi’raj dan 100 Tahun NU Jadi Momentum Reflektif di Rumasa Rutinan Malam Salasa

admin@jabar
By admin@jabar

KBB. BERITA JABAR COM. – Majelis Bumi Sholawat Hadrotul Musthofa akan gelar Rumasa Rutinan Malam Salasa dengan konsep melampaui seremonial keagamaan. Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir NU ke-100 tahun dijadikan momentum reflektif untuk menggali kedalaman intelektual dan spiritual, bukan sekadar komemorasi atau ritual formal.

Isra Mi’raj diartikan bukan hanya narasi perjalanan agung, melainkan simbol lompatan kesadaran tauhid yang mengintegrasikan dimensi vertikal dan horizontal beragama. Peristiwa ini menjadi fondasi kedisiplinan ibadah dan tanggung jawab kolektif membangun peradaban berbasis nilai universal. Forum ini juga berfungsi sebagai ruang konsolidasi pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah yang kontekstual dan responsif.

KH. Rd. Muhamad Hariri AA. MA., akan mengupas makna esensial Isra Mi’raj dari perspektif keilmuan komprehensif, mengaitkan nilai transendensi dengan realitas sosial-umat modern. Spirit Mi’raj dimaknai sebagai transformasi mendalam—dari ritual fungsional menuju moralitas publik substantif, serta dari simbol normatif menuju aksi nyata membangun masyarakat beradab dan berkeadilan.

Peringatan satu abad NU menjadi titik teguh perjalanan khidmah ulama menjaga tradisi keilmuan, nilai budaya, dan prinsip kebangsaan. NU tidak hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, melainkan gerakan pemikiran yang menyeimbangkan warisan keilmuan (turats) dan pembaharuan (tajdid), menghasilkan konstruksi keislaman adaptif namun berakar pada esensi ajaran.

Sholawat dalam majelis ini tidak terhenti pada lantunan estetis semata, tetapi sebagai energi kultural dengan fungsi intelektual dan sosial. Sholawat mengikat sanad keilmuan antar generasi, menguatkan identitas agama inklusif dan moderat, serta merawat harmoni sosial dalam masyarakat plural. Nilai persatuan, kesederhanaan, dan kasih sayang diinternalisasikan sebagai fondasi interaksi sosial.

Kegiatan akan digelar Senin, 9 Februari 2026, pasca Salat Maghrib di Blok Pasar RT 03/10 Desa Batujajar Barat dan terbuka untuk umum. Di bawah koordinasi Ustadz Muslim Ginan Alghifariy bersama Tim Sholawat Hadrotul Musthofa, majelis ini mengajak umat hadir dengan kesadaran intelektual kritis—merenungi makna ajaran, memahami relevansinya dengan zaman, serta meneguhkan komitmen keislaman sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai kebangsaan inklusif. (IDING/BNN)

Share This Article
Leave a Comment