KOTA BANDUNG, Berota Jabar Com.– Mengangkat tema “Gema Ramadan 1447 H”, TVRI Jawa Barat menghadirkan program dakwah yang menghubungkan pemahaman keislaman dengan nilai-nilai sosial bagi masyarakat. Siaran yang berlangsung pada Selasa (24/2/2025) dari kantor stasiun di Cibaduyut, Bojongloa Kidul, tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga bukti kerja sama yang solid antara media dan komunitas keagamaan.
KH. Atus Ludin Mubarok, M.Sy., penyuluh agama Islam dari Kabupaten Bandung, menjadi narasumber utama yang menyampaikan materi dengan gaya yang mendalam namun mudah dipahami. Beliau menguraikan bahwa puasa Ramadan memiliki makna yang luas – mulai dari sejarah kemunculannya, karakteristik ibadahnya, hingga hikmah yang bisa diambil secara filosofis.
“Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan alat untuk mengubah diri menjadi lebih baik secara moral, sosial, dan spiritual,” terangnya. Melalui ibadah ini, tambahnya, setiap orang bisa mengembangkan disiplin diri, kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama yang pada gilirannya memperkuat iman dan takwa.
Kolaborasi dengan Majelis Taklim MT. Shabar menunjukkan bagaimana dakwah bisa dilakukan secara partisipatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Dipandu oleh Devi Dirgantini, acara berjalan lancar dengan suasana yang semakin khidmat berkat iringan lagu religi dari Jazaka Nasyid Band.
Perpaduan antara ceramah agama dan seni Islami berhasil menyampaikan pesan Ramadan dengan lebih mendalam, menjangkau berbagai kalangan pemirsa di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. (id)

