BERITA-JABAR.COM – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas peran di tingkat internasional melalui penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan, pengajaran, serta mobilitas akademik. Langkah tersebut direalisasikan melalui sejumlah program kolaborasi luar negeri yang dilaksanakan di Malaysia dan Thailand dengan melibatkan perguruan tinggi serta sekolah-sekolah Islam di kawasan Asia Tenggara.
Kemitraan internasional FTK Unisba dilaksanakan pada tiga institusi utama, yakni Fakulti Pengajian Kontemporari Islam Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) di Terengganu, Malaysia, serta dua lembaga pendidikan Islam di Thailand Selatan, yaitu Sekolah Darunsat Witya Saiburi di Saiburi, Pattani, dan Sekolah Saiburi Islam Wittaya di Taluban Saiburi, Pattani. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada 19–20 Januari 2026.
Ketiga mitra kerja sama tersebut dinilai memiliki kesamaan visi dalam penguatan pendidikan Islam, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pembinaan generasi muda Muslim pada tingkat regional Asia Tenggara.
Di Universiti Sultan Zainal Abidin, bentuk kolaborasi diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan Guest Lecture. Agenda ini menjadi sarana pertukaran keilmuan sekaligus mempererat jejaring akademik antarperguruan tinggi lintas negara.
Dalam sesi Guest Lecture, para akademisi FTK Unisba menyampaikan berbagai gagasan strategis, perspektif keilmuan, serta praktik-praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan Islam dan kependidikan yang relevan dengan tantangan global.
Penandatanganan MoU dilakukan secara resmi oleh jajaran pimpinan dan pengelola akademik FTK Unisba, yang meliputi Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD). Kesepakatan tersebut menjadi dasar formal bagi pengembangan kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada skala internasional.
Sementara itu, kerja sama dengan sekolah-sekolah Islam di Saiburi, Pattani, Thailand difokuskan pada penguatan pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional bagi mahasiswa Program Studi PAI dan PG-PAUD. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan praktik mengajar langsung di lingkungan pendidikan lintas budaya.
Sekolah-sekolah mitra berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran internasional yang memberikan pengalaman autentik bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pendidikan global. Di sisi lain, kemitraan ini juga diarahkan untuk mendukung promosi internasional FTK Unisba, sekaligus membuka peluang bagi calon mahasiswa asing—khususnya dari Thailand—untuk melanjutkan studi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba.
Seluruh rangkaian kerja sama tersebut ditandai dengan seremoni penandatanganan perjanjian di masing-masing lokasi mitra. Seremoni ini tidak hanya menjadi simbol formalitas, tetapi juga mencerminkan kesungguhan dan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi akademik jangka panjang yang saling menguatkan.
Melalui pengembangan jejaring internasional ini, FTK Unisba semakin menegaskan posisinya sebagai fakultas yang terbuka, adaptif, dan progresif dalam merespons dinamika global pendidikan. Kerja sama lintas negara tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu lulusan, memperluas jaringan akademik internasional, serta memperkuat kontribusi FTK Unisba dalam pengembangan pendidikan Islam di tingkat regional maupun internasional.(gifa/png)

