BERITA-JABAR.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) terus mempercepat persiapan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar lokakarya penyusunan kurikulum Program Studi Spesialis Obgyn, yang berlangsung di Gedung Pertemuan FK Unisba pada Rabu (4/2).
Kegiatan ini menjadi fondasi penting guna memastikan kesiapan akademik sekaligus kesesuaian standar pendidikan sebelum program resmi dibuka.
Ketua Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK Unisba, dr. Indri Budiarti, SpOG, SubSp. Obginsos, menjelaskan bahwa lokakarya difokuskan pada perancangan kurikulum yang selaras dengan standar nasional pendidikan dokter spesialis, namun tetap mempertahankan karakter khas Unisba.
Ia menyebutkan, selama ini Unisba belum memiliki program spesialis, sehingga penyusunan kurikulum menjadi aspek mendasar yang harus diprioritaskan.
“Kurikulum kami sinkronkan dengan standar nasional pendidikan Obgyn serta kurikulum institusi pembina, yaitu Universitas Padjadjaran, sekaligus menyesuaikan dengan kekhasan Unisba,” jelasnya.
Pimpinan Fakultas dan Dosen Terlibat Aktif
Lokakarya tersebut dihadiri oleh Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., MM., bersama jajaran pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan II Dr. R. Anita Indriyanti, dr., M.Kes. dan Wakil Dekan III Fajar Awalia Yulianto, dr., M.Epid.
Sejumlah dosen spesialis yang akan menjadi pengampu program studi juga turut terlibat dalam penyusunan kurikulum, antara lain:
dr. Indri Budiarti, Prof. Dr. dr. Yusuf Sulaeman Effendi, dr. Tita Husnitawati Madjid, dr. Keika Marriska, Dr. dr. Dhanny Primantara Johari Santoso, serta dr. H. Dadan Susandi.
Seluruh tim akademik tersebut telah terdaftar dalam sistem LAM-PTKes sebagai penjamin mutu pendidikan spesialis di FK Unisba.
Gandeng Rumah Sakit Jejaring Pendidikan
Selain unsur akademik, FK Unisba juga melibatkan rumah sakit jejaring sebagai mitra pendidikan klinis. Kerja sama ini diharapkan memberikan pengalaman praktik yang lebih variatif bagi calon peserta didik.
Beberapa rumah sakit yang disiapkan sebagai wahana pendidikan PPDS Obgyn meliputi RS Welas Asih sebagai rumah sakit utama, serta RS Garut, RS Cibabat, dan RS Majalaya.
Menurut dr. Indri, pendidikan spesialis kebidanan dan kandungan tidak cukup dilakukan hanya di satu fasilitas kesehatan.
“Kami melibatkan rumah sakit jejaring agar seluruh pihak memahami kurikulum sekaligus mendukung kelengkapan kasus klinis bagi peserta didik,” terangnya.
Siap Dibuka Setelah Finalisasi Kurikulum
Dari sisi administratif, Surat Keputusan (SK) pembukaan program studi telah terbit di tingkat universitas. Usai lokakarya, tim akan memfokuskan diri pada tahap finalisasi kurikulum, termasuk sistem asesmen dan mekanisme pembelajaran.
FK Unisba menargetkan program ini mulai berjalan pada semester berjalan, dengan rencana penerimaan mahasiswa baru setelah Idulfitri, sekitar bulan Maret.
Ke depan, fakultas juga berencana mengikuti peluncuran resmi program studi spesialis Obgyn bersama beberapa perguruan tinggi binaan sebagai penanda dimulainya operasional pendidikan spesialis tersebut.(gifa/png)

