SEKS anal adalah merupakan praktik memasukkan Mr P, jari, ataupun benda asing seperti vibrator ke dalam anus untuk kepuasan seksual. Praktek seksual seperti ini bukan tidak menimbulkan risiko. Pasalnya, anus tidak memiliki pelumas seperti yang dimiliki Miss V. Akibatnya, seks anal cenderung terasa tidak nyaman dan berpotensi mencederai kulit anus dari gesekan. Terlebih, lapisan rektum yang ada pada anus lebih tipis dari Miss V. Kurangnya pelumasan dan jaringan yang lebih tipis meningkatkan risiko robekan terkait gesekan di anus dan rektum.
Potensi lain dari seks anal adalah penularan bakteri melalui gesekan yang ditimbulkan. Sebab, rektum dan anus adalah jalan utama keluarnya tinja yang secara alami mengandung bakteri. Untuk tahu lebih lanjut, yuk ketahui risiko seks anal di bawah ini.
Risiko Seks Anal yang Perlu Diketahui
Penetrasi saat melakukan seks anal, dapat merobek jaringan di dalam anus yang memungkinkan bakteri dan virus memasuki aliran darah. Hal ini tentunya memudahkan penyebaran infeksi menular seksual termasuk HIV. Penelitian menunjukkan, bahwa pajanan anal terhadap HIV memiliki risiko 30 kali lebih besar untuk pasangan reseptif dibandingkan pajanan melalui Miss V.