BERITA-JABAR.COM– Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) Angkatan 2024 melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial kesehatan di International Green School, Desa Rancamulya, Kabupaten Sumedang, Minggu (8/2).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mengangkat tema “Mersyfilogia”, sebuah konsep pengabdian yang menekankan nilai kebersamaan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program ini juga menjadi sarana pembelajaran praktik bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dasar kedokteran secara langsung di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Ketua Pelaksana Mochamad Avignam Al Hadian bersama Wakil Ketua Pelaksana Hasya Azizah Ramadhani Nurcahyana, serta diikuti seluruh mahasiswa FK Unisba Angkatan 2024.
Acara pembukaan diresmikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., MMRS. Turut hadir Ujang Hijrah Nugraha, S.STp. selaku Lurah Cipameungpeuk dan Venti Sulastri, Sekretaris Desa Rancamulya.
Program pengabdian masyarakat ini terselenggara berkat kerja sama mahasiswa, dosen FK Unisba, serta para alumni yang berperan sebagai tim dokter pemeriksa. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Puskesmas Sukagalih dan Puskesmas Kota Kaler, hipertensi diketahui sebagai penyakit dengan angka kejadian tertinggi di wilayah tersebut. Karena itu, kegiatan difokuskan pada pendekatan promotif dan preventif melalui penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian obat secara gratis kepada warga.
Dalam sesi edukasi, Rizki Perdana, dr., M.Kes., AIFO-K. hadir sebagai narasumber yang memaparkan materi tentang pengertian hipertensi, dampaknya bagi tubuh, faktor risiko, serta pentingnya pemeriksaan rutin sebagai langkah skrining dini. Warga juga mendapat penjelasan mengenai pola makan sehat guna mencegah tekanan darah tinggi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog terbuka, kuis interaktif, dan diskusi bersama masyarakat. Hasil diskusi menunjukkan bahwa sebagian warga telah memahami bahaya hipertensi, namun belum optimal dalam menerapkan langkah pencegahan, terutama pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Secara keseluruhan, rangkaian bakti sosial kesehatan ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama berupa sambutan dan penyuluhan kesehatan melalui dialog interaktif. Tahap kedua mencakup pemeriksaan medis seperti pengukuran antropometri, anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga general check-up sesuai kebutuhan. Tahap ketiga diisi dengan edukasi lanjutan serta pemberian terapi berdasarkan hasil diagnosis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan hipertensi semakin meningkat sehingga kualitas hidup dapat terjaga. Di sisi lain, program ini juga menjadi pengalaman praktik berharga bagi mahasiswa FK Unisba Angkatan 2024 dalam mengaplikasikan ilmu kedokteran secara nyata di lapangan.(gifa/png)

